Copyright 2019 © Pengadilan Agama Bantaeng | Dev & Mod by Tim TI Pengadilan Agama Bantaeng

Sejarah Pengadilan

Kategori: PROFIL Ditayangkan: Selasa, 13 Agustus 2019
   Jauh Sebelum berdirinya Pengadilan Agama Bantaeng yang diakui secara resmi oleh pemerintah, masyarakat Bantaeng mayoritas beragama islam.jika harus menyelesaikan berbagai persoalan hukum, baik pendata maupun pidana biasanya diselesaikan melalui ulama setempat.

   Masyarakat islam Bantaeng,memang terbilang masyrakat yang agamis Taat dan Patuh menjalankan agama yang dianutnya, serta sangat mejunjung tinggi dan menghargai eksistensi para ulama sebagai Tokoh masyarakat yang kharismatik. Oleh karna itu, ulama memegang peran penting. Di tengah-tengah masyarakat, sehingga setiap persoalan yang dihadapi masyarakat ditanyakan dan diajukan oleh ulama untuk penyelesaiannya Dan apapun yang diputuskan oleh ulama pasti menjadi pedoman bagi mereka.

   Kondisi dan alur penyelesaian setiap persoalan yang di perhadapkan kepada ulama, tidaklah formal sesaat ini, ketika para ulama yang difungsikan sebagai ghadi(hakim), biasanya menjadikan serambi mesjid sebagai tempat untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, bahkang kadang-kadang mereka melayani masyarakat dirumah mereka sendiri.

   Keadaan dan tata cara menyelesaikan persoalan masyarakat islamseperti ini terus berlanjut, hingga akhirnya Indonesia merdeka, Pemerintah Republik Indonesia menyadari betapa masyarakat muslim sangat membutuhkan lembaga Pengadilan yang resmi, Maka dikeluarkanlah Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1957 sebagai dasar hukum berdirinya Pengadilan Agama/ Mahkamh Syar'iah diluar Jawa dan Madura, melalui Peraturan Pemerintah inilah, Pengadila Agama Bantaeng Merupakan salah satu dari sejumlah Pengadilan Agama yang secara resmi berdiri dinyatakan berdiri. 

   Pengadilan Agama Bantaeng, sejak secara resmi berdiri hingga saat ini telah dipimpin 12 orang ketua dan seorang pelaksana tugas. Terdiri dari :
  1. KH. Abd Djabbar (1962-1978);
  2. Hj. Sitti Hasan (1978-1979);
  3. KH. Zainul Abidin (1979-1982);
  4. Drs. M. Thahir Hasan (1983-1981);
  5. Drs. Umar Najamuddin (1991-1993) Pelaksana Tugas
  6. Drs. Tahir.R (1993-1998);
  7. Drs. Syarkawi (1998-2005);
  8. Drs. H.M Nahiruddin Malle, S.H.,M.H. (2005-2006);
  9. Drs. Sanusi Rabang, S.H.,M.H. (2006-2009);
  10. Drs. Hasbi Kawu, M.H. (2009-2013);
  11. H. Muh. Ramli HT,S.H.,M.H. (2013-2014);
  12. Drs. Hasbi,M.H. (2015-2017);
  13. Ruslan Saleh S.Ag.,M.H. (2019 Sekarang);